Sejarah Desa

Sejarah Desa

Desa Bala-balakang Timur, merupakan daerah kepulauan yang berjejeran dan membentang dari arah barat ke timur yang terdiri dari enam (6) pulau, yaitu pulau Ambo, pulau Seloang, pulau Labia, pulau Malamber, pulau Lamudaan dan Pulau Gusung Durian (pulau kosong) serta pulau pulau kecil disekitarnya yang berbentuk gosong yang ditumbuhi rerumputan yang tidak berpenghuni). Dengan jumlah penduduk ±600 jiwa, dan jumlah Kepala keluarga (KK) ±200. Sebelum Desa Bala-balakang Timur menjadi sebuah desa, Bala-balakang Timur masuk dalam administratif desa sumare kecamatan simboro dan kepulauan yang meliputi semua Kepulauan Bala-balakang yang terdiri dari dua belas (12) pulau. sejak itu pelayanan pemerintahan Desa sangat sulit untuk di jangaku, disebabkan jauhnya jarak ibukota desa yang berada didaratan besar pulau sulawesi yang letak geografis Kepulauan bala-balakang yang membentang dan waktu tempuh dari Pulau kepulau yang memakan waktu yang cukup lama, sekitar ± 12 jam perjalanan menuju ibukota Desa dengan menggunakan kapal laut, dan juga percepatan pembangunan Desa sulit dicapai bahkan terhambat karena luasnya wilayah kepulauan Bala-balakang dengan panjang ± 60 mil laut.

Berangkat dari kondisi tersebut di atas, pada Tahun 1993 masyarakat Desa kepulauan bala-balakang membentuk Desa Persiapan yaitu Desa Bala-balakang Timur dan pada tahun 1994 telah menjadi Desa Depenitif, dan saat itu mulai bangkit dan sadar akan pentingnya sebuah pelayanan dan percepatan pembangunan di sebuah Desa, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan ekonomi serta pembangunan insfratruktur pedesaan. kemudian pada tahun 2005 di saat itu pula masyarakat telah melakukan Musyawarah dengan tujuan untuk membentuk Tim pemerakarsa atau panitia pemekaran Desa Bala-balakang Timur yang bertempat di pulau labia yang di hadiri oleh unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh Agama dan tokoh pemuda. Dan dalam musyawarah tersebut, selain sepakat untuk memekarkan Desa Bala-balakang menjadi dua desa juga di sepakati bahwa Desa persiapan ini di beri nama Desa Bala-balakang Timur, dengan alasan daerah persiapan Desa tersebut berada di bagian timur dari Desa Bala-balakang atau Desa hasil pecahan atau yang ditinggalkan.

Setelah Tahun 2008 akhirnya dalam Rapat Pleno DPRD Kabupaten mamuju bersama dengan pihak eksekutif akhirnya telah menyetujui bahwa di antara 23 Desa yang akan di mekarkan di Kabupaten Mamuju adalah termasuk di dalamnya Desa Bala-balakang timur. Sehingga secara administratif, Bala-balakang sudah dimekarkan menjadi dua yaitu Desa Bala-balakang dan Desa Bala-balakang Timur.

Desa Bala-balakang Timur sah menjadi satu Desa yang otonom hasil pemekaran dari Desa Bala-balakang sehingga Desa Bala-balakang Timur kini membawahi enam (6) pulau dari 88 Desa di kabupaten Mamuju.

Sejak terbentuknya Desa Bala-balakang Timur pada tahun 2008 tersebut, Desa Bala-balakang Timur telah mengalami 3 kali pergantian Kepala Desa hingga sekarang ini dijabat oleh Bapak MAHMUD IDRIS untuk Periode 2018-2023. Adapun secara terperinci setiap Periode Kepala Desa Bala-balakang Timur maupun Pejabat Sementara Kepala Desa sebagai berikut :

  1. Mahmud Idris : Memimpin tahun 2008 s/d 2011
  2. Bahtiar Salam : Memimpin tahun 2011 s/d 2017
  3. Pilipus Patabang, SE : Memimpin tahun 2017 s/d 2018
  4. Mahmud Idris : Memimpin tahun 2018 s/d 2024

Ket:

Kepala Desa Bala-balakang Timur yang pertama (Mahmud Idris) diangkat langsung oleh Bapak Bupati Mamuju sebagai Karateker (Pejabat Sementara) selama Tiga Tahun dan Kepala Desa yang Kedua (Bahtiar Salam) sebagai pejabat yang Defenitif yang terpilih secara demokrasi, kemudian Kepala Desa yang Ketiga (Pilipus Patabang, SE) adalah Pejabat yang mengisi Transisi Pemerintahan Desa Bala-balakang Timur menjelang Pemilihan Kepala Desa serentak Kabupaten Mamuju tahun 2017, dan Kepala Desa yang Keempat (Mahmud Idris) adalah Kepala Desa yang defenitif yang kembali terpilih secara Demokrasi.

Facebook Comments